Thursday, April 30, 2015

[Fanfic] Tetesan Hujan (ch 13)

Title: Tetesan Hujan
Author: Vianna Orchidia / Annasthacy Chashyme
Fandom: Umineko no Naku Koro ni
Character: Ushiromiya Ange, Amakusa Juuza
Rating: K+
Genre: Romance, Friendship
Disclaimer: I do not own the series and the characters, and I do not gain any profit from this fanfiction
Warning: kinda canon-verse but I'm not sure. can be considered the direct sequel of the previous chapter

dingin/di·ngin/ a 1 bersuhu rendah apabila dibandingkan dng suhu tubuh manusia; tidak panas; sejuk.

Dua puluh empat jam setelah resmi kehilangan hak atas emas warisan keluarganya, Ange mendapati dirinya termenung menatap kobaran api yang perlahan melahap lembar-lembar buku harian Maria. Api yang tidak seberapa itu terasa seperti membakar tiap sel tubuhnya pula. Di matanya, Ange dapat menggambarkan tubuh-tubuh bersalut api: Sakutaro, Tujuh Saudari Penyucian, dan para Siesta.

Bagi gadis itu, menghancurkan buku harian magis tersebut adalah langkah terbaik. Bagaimanapun, sudah tidak ada yang perlu mereka lindungi. Tidak ada emas, tidak ada kepala keluarga Ushiromiya, tidak ada Dataran Emas. Ange merasa, lebih baik mereka tidur selamanya daripada harus hidup tersesat dan kedinginan...

...seperti dirinya.

A/N: i wanted to keep the indonesian names but..... looks like it's not a good idea....

[Fanfic] Tetesan Hujan (ch 12)

Title: Tetesan Hujan
Author: Vianna Orchidia / Annasthacy Chashyme
Fandom: Umineko no Naku Koro ni
Character: Ushiromiya Ange, Amakusa Juuza
Rating: K+
Genre: Romance, Friendship
Disclaimer: I do not own the series and the characters, and I do not gain any profit from this fanfiction
Warning: kinda canon-verse but I'm not sure
 
pencuri/pen·cu·ri/ n orang yg mencuri; maling;

Murka. Gadis bersurai merah itu bisa merasakan darahnya menggelegak, napasnya sedikit tersengal karena menahan marah, dan jemarinya mengepal sampai kuku meninggalkan bekas di telapak tangan. Iris hijaunya nyalang.

"Berani-beraninya kau," Ange menggeram bak singa. "Berani-beraninya kau!"

Okonogi terbahak, bahu berguncang-guncang. "Jangan bilang kau sudah mulai percaya padaku, Ange-san," susah payah laki-laki tambun itu membentuk satu kalimat koheren saking keras tertawanya. Bahkan saat berbicara, seringainya masih terlihat jelas, mempertontonkan giginya yang menguning karena rokok. "Anak buahku ini memang bagus sekali, kan? Kerjanya cepat, rapi. Dia memang kepercayaanku yang nomor satu," lanjutnya, mengangguk pada Amakusa yang sejak awal langsung mengambil posisi di samping Okonogi. Lelaki berambut perak itu tampak tenang, tak tergoyah oleh tatapan menghujam dari Ange. Seringai di bibirnya tidak selebar Okonogi, tapi tetap saja seringai itu ada. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, selain ekspresi terhibur yang seakan tak pernah pergi dari sana.

Ange menolak untuk membiarkan air matanya jatuh. Serendah apapun dia terjatuh, dia tidak akan mengakui hal itu--terutama tidak pada dua laki-laki yang telah mempermainkan kepercayaannya untuk merebut emas kekayaan Ushiromiya!

A/N: it saddens me how I can't seem to be able to write something fluffy for these two

[Fanfic] Tetesan Hujan (ch 11)

Title: Tetesan Hujan
Author: Vianna Orchidia / Annasthacy Chashyme
Fandom: Umineko no Naku Koro ni
Character: Ushiromiya Ange, Amakusa Juuza
Rating: K+
Genre: Romance, Friendship
Disclaimer: I do not own the series and the characters, and I do not gain any profit from this fanfiction

Warning:  high-school AU

mungkin/mung·kin/ adv tidak atau belum tentu; barangkali; boleh jadi; dapat terjadi; tidak mustahil

“Apa kau suka padaku?”

Sudah dua bulan pertanyaan itu tersimpan di otak Amakusa. Atau mungkin jauh lebih lama lagi. Pertama kali mereka bertemu adalah saat awal tahun ajaran baru, di mana dia mendapati tatapan setajam pisau dan sedingin salju dari gadis berambut merah itu, jadi sudah hampir setahun. Sebulan, dua bulan, tiap kali berpapasan dengan gadis tak bernama itu (dan kelas mereka bersebelahan, demi Tuhan), tatapan yang sama akan menembus tubuh Amakusa tanpa ampun. Tiga bulan, empat bulan, kadar tajam tatapan itu mulai berubah menjadi tanda tanya, setelah Amakusa akhirnya mengetahui nama gadis itu dari temannya dan mulai menyapa si rambut merah walau tak pernah dibalas. Lima, enam bulan, dan Ange Ushiromiya mulai terlihat lega setiap kali mendapat sapaan ramah Amakusa. Menginjak tujuh-delapan-sembilan bulan, gadis itu terkadang melemparkan senyum kecil ke arahnya. Perkembangan ini mau tidak mau membuat Amakusa terkejut. (Bukan berarti dia menolak. Ange Ushiromiya adalah gadis tercantik yang pernah ditemuinya.) Dan akhirnya, bulan ini Amakusa berhasil mengutarakan pertanyaan itu.

Bibir gadis berambut merah itu naik sedikit. “Mungkin,” jawabnya singkat.

[Fanfic] Tetesan Hujan (ch 10)

Title: Tetesan Hujan
Author: Vianna Orchidia / Annasthacy Chashyme
Fandom: Umineko no Naku Koro ni
Character: Ushiromiya Ange, Amakusa Juuza
Rating: K+
Genre: Romance, Friendship
Disclaimer: I do not own the series and the characters, and I do not gain any profit from this fanfiction
Warning: canon-verse, end of EP4

hampa /ham·pa/ a 1 tidak berisi; kosong; 2 ki tidak bergairah; sepi; 3 ki sia-sia; tidak ada hasilnya 

Selama ini Ange menganggap lubang di hatinya sudah cukup besar, cukup dalam, cukup tidak terobati. Kecuali kalau secara ajaib, Battler dan Rudolf dan Kyrie pulang ke rumah dalam keadaan sehat tak kurang suatu apapun. Ya, sejauh ini Ange percaya kalau itulah satu-satunya hal yang akan membuatnya merasa utuh lagi.

Sampai laki-laki itu datang. Sampai laki-laki itu menyeruak masuk, tanpa permisi menggali ceruk baru dalam relung hatinya. Tidak masalah sebenarnya, kalau ceruk itu ditempati sebagaimana mestinya—

—masalahnya adalah, laki-laki itu langsung pergi setelah ceruk itu selesai dibuat.

Ange mengira kalau dia tidak bisa merasa lebih hampa lagi, tapi ternyata dunia masih berbaik hati membuktikan sebaliknya. Ange menyadari hal itu sementara matanya menatap hampa selongsong peluru yang diarahkan tepat ke dahinya, seringai lebar di baliknya.

[Fanfic] Tetesan Hujan (ch 9)

Title: Tetesan Hujan
Author: Vianna Orchidia / Annasthacy Chashyme
Fandom: Umineko no Naku Koro ni
Character: Ushiromiya Ange, Amakusa Juuza
Rating: K+
Genre: Romance, Friendship
Disclaimer: I do not own the series and the characters, and I do not gain any profit from this fanfiction
Warning: canon-verse, throughout EP4 or in the end of EP6

Dia /di·a/ pron persona tunggal yg dibicarakan, di luar pembicara dan kawan bicara;

“Bagaimana perkembangan misimu?”

“Tidak buruk. Sepertinya dia mulai menemukan mata rantai yang dibutuhkan untuk memecahkan teka-teki emas itu.”

“Dia tidak curiga?”

“Tidak, tidak—tapi dia memang selalu waspada, nona muda itu. Tidak pernah menyebutkan hal-hal penting kalau di sekitarku. Dia juga sangat menjaga berkas-berkas yang berhasil kami kumpulkan. Aku harus mengais sedikit demi sedikit untuk mengetahui petunjuk apa yang dia temukan.”

“Menurutmu semuanya akan baik-baik saja?”

“Jangan khawatir. Dia toh tidak akan bergerak tanpa kudampingi. Ke manapun petunjuk itu memandunya, dia akan membawaku ke sana. Aku tinggal mengikuti, dan saat waktunya tiba, aku tinggal membuangnya.”

Suara tawa. “Bagus. Pastikan kau bawa emasnya padaku.”

A/N: is it weird that I want to cry and kill these guys so much even though I'm the one who wrote this